Pengamat Politik Ungkap Penyebab Kalahnya Paslon Petahana di Pilkada Pesisir Selatan

Debat Publik Putaran Kedua Pilkada Pessel
Sumber :
  • Padang Viva

Padang – Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, mengungkap penyebab kalahnya Rusma Yul Anwar, calon Bupati petahana di Pilkada 2024 Kabupaten Pesisir Selatan.

img_title Perkuat Sektor Keuangan, UNAND dan OJK Sumbar Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Menurut Asrinaldi, kalahnya Rusma Yul Anwar tak lain lantaran faktor kinerjanya sebagai bupati. Ia menilai bahwa mayoritas warga Pessel tidak puas terhadap kinerja Rusma dan menganggap bahwa prestasinya biasa-biasa saja. 

"Masyarakat menilai dan membandingkan kinerja Rusma Yul Anwar sebagai bupati dengan kinerja Hendrajoni sebagai bupati sebelumnya," ujar Asrinaldi, Rabu 4 Desember 2024. 

img_title Perkuat Literasi Keuangan, OJK Sumatera Barat dan Unand Jalin Sinergi Strategis

Kata Guru besar ilmu politik Universitas Andalas ini, prestasi yang biasa-biasa saja di mata masyarakat Pessel ialah prestasi pembangunan infrastruktur fisik. 

Ia melihat bahwa masyarakat merasakan kurangnya pembangunan infrastruktur ketika Rusma jadi bupati dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur sewaktu Hendrajoni menjadi bupati.

img_title Siswa Korban Bullying di Padang Lulus SNBP 2026 Universitas Andalas (Unand)

Menurut Asrinaldi, program pembangunan bagi masyarakat umum ialah pembangunan yang terlihat dan bermanfaat langsung bagi mereka. Ia mengatakan bahwa pembangunan yang mudah terlihat ialah pembangunan infrastruktur.

"Harapan masyarakat Pesisir Selatan kepada Rusma tidak terpenuhi ketika dia menjadi bupati. Akhirnya masyarakat kembali kepada Hendrajoni," ujarnya.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap kekalahan Rusma, menurut Asrinaldi, ialah tidak harmonisnya hubungan Rusma dengan wakil bupati.

Asrinaldi berpandangan bahwa ketidakharmonisan tersebut menjadi penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan Rusma, yang kemudian membuat masyarakat kecewa. 

Sebagai informasi, Rudi Hariyansyah mundur sebagai Wakil Bupati Pessel pada 2023 dengan alasan maju sebagai caleg DPR.

Asrinaldi menyimpulkan bahwa semua kekecewaan masyarakat Pessel terhadap Rusma bermuara pada keinginan akan pergantian bupati.

Menurutnya, hal itu merupakan karakter perilaku memilih kelompok etnis Minangkabau, yang ingin selalu berubah dan menaruh harapan kepada yang baru.

Mengenai kinerja Rusma menjadikan hampir 4.000 tenaga honorer sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Asrinaldi mengatakan bahwa masyarakat menilai PPPK sebagai program pemerintah pusat.

Ia menilai program PPPK tidak menarik minat masyarakat untuk dijual dalam kampanye. 

"Di Padang, calon Wali Kota Hendri Septa juga mengampanyekan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, tetapi juga tidak menarik bagi masyarakat. Akibatnya, Hendri Septa juga kalah," kata Asrinaldi.

Halaman Selanjutnya
img_title