Tokoh Lintas Agama di Sumbar Diajak Bersinergi Sukseskan Asta Cita Presiden Lewat Asta Protas

Kakanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin
Sumber :
  • Humas Kemenag Sumbar

Padang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mahyudin mengajak kepada seluruh tokoh lintas agama yang ada di Ranah Minang untuk bersinergi mensukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu caranya, melalui program Asta Protas yang digagas Menteri Agama.

img_title Antisipasi Cuaca Ekstrem, Jajaran Manajemen KAI Divre II Sumbar Cek Prasarana Lintas Indarung-Teluk Bayur

"Ini merupakan langkah konkret Kemenag untuk menyelesaikan Asta Cita serta 17 program prioritas yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto,"kata Mahyudin dikutip dari keterangan resminya, Sabtu 22 Maret 2025.

Mahyudin menjelaskan, diantaranya 8 Protas Kemenag berdampak tersebut, meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, menjadi poin pertama dalam Asta Protas.

img_title Sepakati Perubahan DPPT Tol Sicincin-Bukittinggi, Pemerintah Siapkan Akses Bypass 6,5 Km

"Terdapat lima hal krusial yang perlu dilakukan dalam upaya membangun kehidupan beragama yang baik. Peningkatan kualitas kerukunan, penguatan moderasi beragama pengembangan dan insersi kurikulum berbasis cinta kemanusiaan dan penghargaan terhadap perbedaan,"ujar Mahyudin. 

Selain itu dikatakannya, pemberdayaan dan pemeliharaan rumah ibadah menjadi hal penting untuk dilakukan, diiringi penguatan pembinaan umat.

img_title Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Potensial Meluas di Sumbar Hingga Sore Ini

Sedangkan untuk peningkatan kualitas kerukunan, menurut Mahyudin bisa diperkuat dengan lima hal yakni penguatan regulasi kerukunan umat beragama (tidak cukup dengan SKB Menteri), peningkatan trilogi kerukunan, pembentukan agen kerukunan tingkat Kabupaten/Kota.

Lalu, perlunya penguatan peran KUA untuk mendeteksi dini potensi konflik sosial berdimensi Keagamaan.

 "Regulasi kerukunan umat beragama perlu perkuat, termasuk penguatan peran KUA untuk mendeteksi dini potensi konflik berdimensi keagamaan," lanjut Mahyudin.

Menurut Mahyudin, ketika sudah terdeteksi tentu akan membutuhkan keterlibatan para tokoh agama agama yang ada di Sumbar untuk menyelesaikan dengan baik.

Demikian juga dengan Intensifikasi kampanye nilai, kearifan lokal dan budaya, semestinya mampu menopang kerukunan umat di Indonesia.

“Misalnya dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik dengan para tokoh, alim ulama, Ninik mamak dan Bundo kanduang di Sumatera Barat.” Sebut Mahyudin.

Untuk penguatan moderasi beragama, Mahyudin mengharapkan bisa dilakukan kepada seluruh jenjang, jenis dan jalur pendidikan. Kedua berbasis isi perubahan iklim, pelestarian lingkungan, HAM dan kesetaraan gender dan inklusif.

Ketiga, pelibatan kaum muda dalam isu strategis membangun kehidupan beragama. Menurut Mahyudin hal ini menjadi penting, pada jaman dulu sering sukses dilakukan karena digerakkan oleh kaum muda. 

Halaman Selanjutnya
img_title