Generasi Muda Terancam Aktivitas Digital Berisiko

Seminar edukatif bertajuk Terjebak di Balik Layar
Sumber :
  • Padang Viva/Arif Pribadi

Padang – Masifnya aktivitas digital di kalangan generasi muda saat ini membawa ancaman nyata berupa penyalahgunaan platform dan pola interaksi tidak sehat.

img_title Dampak Fenomena LGBT terhadap Masa Depan dan Keberlanjutan Generasi Muda

Minimnya literasi digital dinilai menjadi pemicu utama yang merusak pola pikir, perilaku sosial, hingga kesehatan mental masyarakat, khususnya kaum muda yang terpapar layar setiap hari.

Merespons fenomena tersebut, penyelenggara HGI berkolaborasi dengan Polda Sumatera Barat menggelar seminar edukatif bertajuk "Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda". Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Santika, Padang, pada Rabu 13 Mei 2026.

img_title Pesan Moral Lagu Rago Sanang Bathin Taseso, Ketika Pernikahan Tanpa Cinta Menjadi Kurungan Emas

Seminar ini menjadi ruang diskusi kritis untuk membangun kesadaran digital dan kemampuan berpikir kritis. Ratusan peserta dari berbagai institusi, termasuk mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang dan Universitas Andalas, antusias membedah cara penggunaan platform online yang lebih bertanggung jawab.

Kegiatan ini menghadirkan panel ahli yang terdiri dari jajaran Polda Sumbar, pakar hukum ITE, praktisi hukum, hingga akademisi.

img_title Lupa Bawa SIM Fisik? Kini Ada SIM Digital dari Korlantas Polri

Kehadiran para pakar ini bertujuan untuk mengupas tuntas tantangan aktivitas digital modern yang kian mengintai kehidupan generasi z dan milenial.

Direskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat harus ekstra waspada terhadap aktivitas digital ilegal.

Ia menyoroti betapa mudahnya akses terhadap platform yang menjanjikan keuntungan instan namun justru menjebak pengguna dalam kerugian besar.

"Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar," kata Andry Andry Kurniawan, Rabu 13 Mei 2026.

Ia mengimbau generasi muda agar tidak mudah tergiur oleh tawaran di ruang siber yang tidak logis.

Menurutnya, kebijaksanaan dalam memilah informasi dan aktivitas di platform digital adalah kunci utama agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.

Senada dengan itu, Ahli Hukum ITE, Ryan Abdisa Sukmadja, menyebut peningkatan literasi digital sebagai benteng pertahanan terakhir.

Ia menekankan bahwa ruang digital saat ini dipenuhi dengan sistem yang manipulatif dan berpotensi merugikan pengguna jika tidak dipahami dengan baik.

Halaman Selanjutnya
img_title