Kue talam ubi, jajanan pasar tradisional dengan perpaduan manis dan gurih

kue talam ubi
Sumber :
  • yummy app

PadangKue talam ubi merupakan salah satu jajanan pasar tradisional yang masih digemari hingga kini.

img_title Kalikih santan, minuman tradisional Minangkabau yang manis, gurih, dan menyegarkan

Kue basah khas Indonesia ini dikenal karena perpaduan rasa manis legit dari ubi jalar pada lapisan bawah dan gurih asin dari santan pada lapisan atas.

Teksturnya yang lembut dan kenyal menjadikan kue ini cocok dinikmati sebagai camilan maupun hidangan pendamping teh atau kopi.

Di berbagai daerah, kue talam ubi menjadi bagian dari ragam kuliner tradisional yang mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Bentuknya yang sederhana dengan dua lapisan warna yang kontras membuat kue ini mudah dikenali.

img_title Lapek Koci, Kue Tradisional Minangkabau yang Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Selain rasanya yang khas, tampilannya juga menarik karena dapat dibuat menggunakan ubi jalar kuning, oranye, atau ungu.

Bahan utama pada lapisan bawah adalah ubi jalar yang dikukus hingga empuk, kemudian dihaluskan.

Ubi tersebut dicampur dengan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, sedikit garam, dan santan kelapa.

img_title Lapek Sagan, Kue Tradisional Minangkabau yang Manis, Gurih, dan Mudah Dibuat

Kombinasi bahan ini menghasilkan adonan yang lembut sekaligus memiliki kekenyalan khas kue talam.

Sementara itu, lapisan atas dibuat dari santan kental yang dicampur dengan tepung beras, tepung tapioka, dan garam.

Berbeda dengan lapisan bawah yang cenderung manis, lapisan santan memiliki cita rasa gurih yang menjadi penyeimbang.

Perpaduan kedua lapisan inilah yang membuat kue talam ubi memiliki karakter rasa yang harmonis.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengukus ubi hingga matang sempurna. Setelah dihaluskan, semua bahan lapisan ubi dicampur hingga rata, kemudian disaring agar teksturnya benar-benar halus.

Penyaringan menjadi salah satu tahap penting untuk menghasilkan kue talam dengan permukaan yang lembut.

Adonan ubi kemudian dituangkan ke dalam cetakan kecil atau loyang yang telah diolesi minyak tipis. Lapisan pertama dikukus terlebih dahulu hingga setengah matang.

Setelah cukup padat, adonan santan dituangkan perlahan di atasnya agar kedua lapisan tidak bercampur.

Tahap pengukusan kedua dilakukan hingga seluruh adonan matang sempurna. Selama proses ini, api sedang lebih dianjurkan agar permukaan kue tidak bergelombang dan lapisan santan tetap halus.

Setelah matang, kue perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum dikeluarkan dari cetakan.

Kue talam ubi memiliki tekstur yang sangat lembut saat digigit. Lapisan ubi memberikan rasa manis alami yang legit, sedangkan lapisan santan menghadirkan sensasi gurih yang ringan. Kombinasi tersebut membuat kue ini tidak terasa terlalu manis dan tetap nyaman dinikmati dalam beberapa potong.

Selain menggunakan ubi kuning, banyak pembuat kue memanfaatkan ubi ungu untuk menghasilkan warna yang lebih menarik. Ubi ungu juga memberikan aroma dan cita rasa yang sedikit berbeda, sehingga menghadirkan variasi yang tetap mempertahankan karakter dasar kue talam. Inovasi ini membuat kue tradisional semakin diminati oleh generasi muda.

Di tengah banyaknya pilihan camilan modern, kue talam ubi tetap memiliki tempat tersendiri di hati pecinta kuliner tradisional. Kesederhanaan bahan, teknik pembuatan yang relatif mudah, serta perpaduan rasa manis dan gurih menjadikan jajanan pasar tradisional ini sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia yang patut terus dilestarikan.