Paraweh, Jambu Biji dalam Sebutan Minangkabau yang Kaya Manfaat

paraweh
Sumber :
  • instagram

Padang -Paraweh atau jambu paraweh merupakan sebutan dalam bahasa Minangkabau untuk jambu biji Psidium guajava.

img_title Tabia Minangkabau: Jejak Keindahan, Adat, dan Kehormatan

Buah yang mudah ditemukan di pekarangan, kebun, hingga tumbuh liar ini bukan sekadar buah sederhana untuk camilan. Di balik rasanya yang manis dan segar, paraweh menyimpan beragam zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Jambu biji dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi.

Vitamin tersebut berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu pembentukan kolagen, serta menjaga kesehatan kulit.

img_title Sipak Rago, Permainan Tradisional Minangkabau yang Menyimpan Sejarah, Mitos, dan Kebersamaan

Mengonsumsi jambu biji secara rutin dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah asupan vitamin C dari sumber pangan alami.

Selain vitamin C, paraweh juga mengandung serat pangan yang penting bagi kesehatan pencernaan.

Serat membantu menjaga pergerakan saluran cerna dan dapat mendukung kelancaran buang air besar.

img_title Cara bikin Karupuak Leak, Kerupuk Bersiram Kuah yang Jadi Jajanan Legendaris Minang

Kandungan air dalam buah ini juga membuat jambu biji terasa menyegarkan ketika dikonsumsi dalam keadaan matang.

Tidak hanya vitamin dan serat, jambu biji mengandung sejumlah mineral penting, seperti kalium, magnesium, kalsium, fosfor dan zat besi.

Kalium, misalnya, dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga fungsi otot dan saraf serta keseimbangan cairan.

Keragaman kandungan tersebut menjadikan paraweh sebagai salah satu pilihan buah yang bernilai gizi.

Keunggulan lainnya berasal dari kandungan senyawa antioksidan. Jambu biji mengandung karotenoid, termasuk likopen pada varietas tertentu, serta berbagai senyawa flavonoid.

Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari dampak radikal bebas yang terbentuk dari berbagai proses metabolisme maupun paparan lingkungan.

Dalam pemanfaatan tradisional, bukan hanya buah paraweh yang digunakan.

Daun jambu biji juga telah lama dikenal dalam berbagai ramuan tradisional, terutama untuk membantu mengatasi keluhan diare.

Kandungan tanin pada daun dan buah yang masih muda menjadi salah satu senyawa yang sering dikaitkan dengan penggunaan tradisional tersebut.

Meski memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat, jambu biji bukanlah obat untuk semua penyakit.

Khasiat yang berkaitan dengan pengobatan tradisional perlu dibedakan dari manfaat gizi yang telah diketahui.

Jika mengalami keluhan kesehatan yang berat atau berlangsung lama, masyarakat tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Cara menikmati paraweh pun cukup beragam. Buah matang bisa dikonsumsi langsung setelah dicuci bersih, dibuat jus, dijadikan campuran rujak atau diolah menjadi berbagai hidangan.

Halaman Selanjutnya
img_title