Indonesia's Horse Racing Cup II Sukses Digelar di Payakumbuh, 40 Ribu Penonton Banjiri Gelanggang Kubu Gadang
- Istimewa
Padang – Kota Payakumbuh menjadi sorotan nasional setelah dipercaya sebagai tuan rumah iven pacu kuda tingkat nasional yang diikuti 67 kuda dari berbagai daerah. Ajang bergengsi ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp425 juta dan disambut antusias oleh masyarakat maupun para pecinta olahraga berkuda.
Wali Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi besar atas terlaksananya iven ini. Menurutnya, pacu kuda bukan hal baru bagi Payakumbuh karena sudah menjadi tradisi sejak lama.
“Kami menyambut baik tawaran dari Sarga.co untuk membawa iven nasional ini ke Payakumbuh. Ini juga menjadi pembelajaran bagi daerah dalam mengelola pacu kuda sebagai bagian dari olahraga sekaligus kebudayaan,” ungkapnya.
Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Joyohadikusumo, turut memberikan apresiasi. Ia menegaskan kebanggaannya karena Payakumbuh menjadi tuan rumah penyelenggaraan di luar Pulau Jawa.
“Kami senang bisa membawa pacuan kuda tingkat nasional ke Payakumbuh. Daerah yang ikut berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, hingga Sumatera Barat sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pordasi Sumbar, Deri Asta, menekankan bahwa pacu kuda bukan hanya olahraga, tetapi juga pasar rakyat yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Saat ini ada tujuh lapangan pacu kuda aktif di Sumbar. Tradisi ini harus terus dijaga, bahkan ke depan Sumbar butuh gelanggang pacuan kuda bertaraf internasional,” katanya.
Dari pihak penyelenggara, Co-Founder Sarga.co, Aseanto, menyampaikan kebanggaannya bisa membawa main race ke Payakumbuh.
“Kuda sudah lama menjadi bagian dari olahraga nasional di Indonesia. Sarga.co menggelar main race 10 kali dalam setahun, dan ini adalah iven pertama di luar Pulau Jawa. Kami sangat senang dan bangga bisa hadir di Payakumbuh,” katanya.
Manager Director Sarga.co menambahkan, antusiasme masyarakat sangat luar biasa.
“Hari ini tercatat pengunjung mencapai 40 ribu, dengan rata-rata per jam 13 ribu orang. Sementara dalam Sarga Festival jumlahnya mencapai 15 ribu. Kami berharap tahun depan bisa kembali menyelenggarakan iven di Payakumbuh, karena pengalaman di Sumbar sangat berkesan,” ujarnya.