MUI Gerang Rumah Sakit Medistra Batasi Penggunaan Hijab

Ilustrasi
Sumber :
  • Pixabay

Padang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat suara terkait dengan dugaan pembatasan penggunaan hijab di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

img_title Dukung Imbauan MUI, Wali Kota Padang Fadly Amran Tegaskan Perayaan HUT ke-81 RI Harus Jaga Norma Adat dan Agama

Dugaan itu, muncul setelah beredar surat protes dari Dr. dr. Diani Kartini, SpB Subsp. Onk (K), seorang dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit tersebut. 

Menanggapi persoalan itu, Ketua MUI bidang Ukhuwah dan Dakwah, Muhammad Cholil Nafis mengungkapkan rasa geram melalui media sosial X @cholilnafis.

img_title Komisi Fatwa MUI: Pria Berbusana Wanita di Pawai Kemerdekaan Hukumnya Haram

Muhammad Cholil Nafis ia mengungkapkan rasa geram karena masih ada larangan hijab di tengah Indonesia yang merupakan negara merdeka. Menurutnya, sebagai negara merdeka, warga Indonesia berhak menunjukkan identitas keagamaannya apapun latar belakangnya. 

"Rumah sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia karena kita sudah merdeka dan dijamin kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing," kata Cholil Nafis, dikutip Padang Viva, Senin 2 September 2024.

img_title Curah Hujan Tinggi, Gubernur Mahyeldi Minta Warga Sumbar Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Cholil Nafis pun meminta agar pihak yang berwenang menindaklanjuti dugaan larangan hijab yang terjadi di RS Medistra tersebut.

"Tolong pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya, agar tak menjadi preseden buruk," ujarnya dia.

Sebelumnya, Jagat maya kembali dihebohkan dengan isu sensitif soal keyakinan. Kali ini, datang dari Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan. Rumah Sakit bertaraf internasional itu, disebut-sebut melarang penggunaan hijab bagi petugas kesehatan di rumah sakit tersebut.

Dugaan pelarangan penggunaan hijab itu, diungkap oleh seorang Dokter atas nama Diani Kartini. Tertanggal 29 Agustus 2024, Diani Kartini melayangkan surat protes kepada manajemen RS Medistra terkait hal itu.

Dikutip dari surat yang beredar di media sosial, Diani Kartini mempertanyakan apakah ada standar ganda cara perpakaian untuk perawat, Dokter umum, Dokter Spesialis dan Subspesialis di RS Medistra.

Pertanyaan itu, dilontarkan Diani Kartika pasca asisten dan kerabat nya yang kebetulan mengenakan hijab mendaftar sebagai Dokter umum di RS Medistra.

Berikut isi lengkap dari surat yang dilayangkan Diani Kartini

Saya ingin menanyakan terkait pesyaratan cara berpakaian di RS Medistra.

Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai Dokter umum di RS Medistra. Kebetulan keduanya menggunakan hijab.

Halaman Selanjutnya
img_title