Strategi BNPB Atasi Darurat Kekeringan di NTB

Kepala BNPB Suharyanto
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah saat ini sudah menyiapkan tiga langkah sebagai upaya penanggulangan darurat bencana kekeringan yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Wujudkan Mitigasi Inklusif, BPBD Payakumbuh Gelar Simulasi Bencana bagi Siswa Disabilitas Aua Kuning

Ketiga upaya ini kata Suharyanto, dilakukan guna memastikan kebutuhan air sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Ketiga upaya tersebut di antaranya mendorong secara langsung distribusi air bersih menggunakan mobil tangki air, membuat sumur bor dalam, hingga melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan. 

"Rapat koordinasi sudah dilakukan sebagai bentuk respon pemerintah atas bencana yang terjadi yang mana telah ditetapkan status siaga darurat dan tanggap darurat oleh kabupaten dan kota di Provinsi NTB," kata Suharyanto dikutip dari keterangan resminya, Rabu 25 September 2024. 

Gunakan Teknologi Sepablock, Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Resmi Dimulai

Suharyanto bilang, turunnya pemerintah pusat dalam mendampingi penanganan darurat di NTB merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Adapun daerah yang telah menetapkan status siaga darurat di antaranya Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Pemkab Solok Selatan Fokus Percepat Layanan Digital dan Putus Rantai Stunting

Sedangkan status tanggap darurat meliputi Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Lombok Barat. Kota Mataram masih dalam proses penetapan status. 

Bencana kekeringan yang melanda tersebut telah berdampak pada 71 kecamatan, 272 desa dan kelurahan, serta 515.205 jiwa terdampak. Bencana kekeringan ini telah menyebabkan krisis air bersih dan lahan pertanian seluas 10 hektare mengering. 

Bencana kekeringan tersebut terjadi salah satunya disebabkan rendahnya curah hujan di wilayah NTB sesuai dengan perkiraan cuaca BMKG. 

"NTB ini termasuk salah satu provinsi yang curah hujannya rendah sehingga di beberapa daerah banyak yang sudah melaksanakan operasi bantuan air kepada masyarakat menggunakan (mobil) tangki air, ada juga permintaan untuk mendukung masyarakat, jadi BNPB dan pemprov nanti bekerjasama untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi," ujar Suharyanto. 

Berdasarkan kajian InaRISK, Nusa Tenggara Barat kata Suharyanto, merupakan daerah dengan risiko bencana kekeringan yang indeks skornya sedang hingga tinggi. 

Guna mendukung penanganan darurat berjalan optimal, BNPB pada kesempatan yang sama juga menyerahkan dukungan dana operasional penanganan darurat bencana kekeringan kepada pemprov dan pemerintah kota serta kabupaten. 

Halaman Selanjutnya
img_title