Pemkab Solok Selatan Fokus Percepat Layanan Digital dan Putus Rantai Stunting

Wabup Solsel, Yulian Efi
Sumber :
  • Diskominfo Solok Selatan

Padang – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai menyusun langkah strategis untuk menatap tahun anggaran 2027.

Pemko Padang Targetkan Penerapan WFH Mulai Jumat Pekan Depan

Dalam rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kali ini, fokus utama diletakkan pada penguatan daya saing daerah melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta hilirisasi ekonomi yang lebih produktif.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menjelaskan bahwa arah pembangunan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana besar daerah tahun 2025-2029.

Jejak Sejarah Stadion Haji Agus Salim, Simbol Kebanggaan dan Saksi Bisu Kejayaan Sepakbola Bola di Tanah Minang

Salah satu target ambisiusnya adalah melakukan percepatan layanan publik berbasis teknologi agar masyarakat bisa merasakan kemudahan akses birokrasi di era digital.

"Tahun depan, kami ingin infrastruktur dasar merata di seluruh wilayah. Ini penting untuk mendorong ekonomi lokal serta memastikan perlindungan sosial terintegrasi dengan baik," ujar Yulian dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 7 April 2026.

Dua Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewas Tertimbun Longsor

Yulian mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak keluar dari rel visi dan misi yang telah ditetapkan.

Ia meminta setiap program kerja tahun depan benar-benar memprioritaskan pencapaian target yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, sesuai dengan peta jalan pembangunan jangka menengah daerah.

Namun, pemerintah daerah juga bersikap realistis dengan mengakui adanya sejumlah tantangan besar.

Hingga saat ini, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dinilai belum maksimal untuk mengangkat ekonomi warga secara luas, ditambah lagi dengan kendala aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah yang masih terbatas.

Di sisi lain, masalah kesehatan menjadi sorotan tajam dalam perencanaan kali ini. Ketua DPRD Solok Selatan, Martius, menegaskan bahwa mustahil membangun SDM yang berdaya saing jika masalah stunting belum tuntas.

Menurutnya, program pengentasan stunting harus menjadi poin krusial yang terencana dengan matang.

"Intervensi stunting tahun 2027 tidak boleh sekadar formalitas. Harus ada integrasi anggaran yang jelas, peran aktif dari pihak Nagari, serta dukungan data yang akurat agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang tepat," tegas Martius.

Potensi Solok Selatan ternyata juga mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Wilayah ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di koridor selatan Sumbar, terutama melalui sektor pertanian, energi hijau, hingga wisata budaya.

Halaman Selanjutnya
img_title