Godok Batinta, Kudapan Manis Khas Minangkabau yang Berbalut “Tinta” Gula Aren

godok batinta
Sumber :
  • cookpad

Padang –Godok batinta menjadi salah satu kudapan tradisional Minangkabau yang menawarkan cita rasa manis, legit, dan gurih dalam satu sajian.

img_title Lamang Baluo, Kuliner Tradisional Minangkabau dengan Isian Kelapa Gula Aren yang Legit

Makanan berbahan dasar pisang ini memiliki tampilan khas karena dibalut gula aren atau gula saka berwarna cokelat gelap yang membuatnya terlihat seperti terkena tinta. Dari tampilan tersebut, muncul sebutan batinta  yang melekat pada kudapan tradisional ini.

Godok batinta pada dasarnya dibuat dari adonan pisang matang yang dicampur dengan tepung dan kelapa parut.

Pisang kepok dapat menjadi salah satu pilihan bahan karena teksturnya cukup padat dan memiliki rasa manis ketika matang.

img_title Resep Es Cincau Hijau dengan Santan dan Gula Aren, Segar untuk Cuaca Panas

Adonan kemudian dibentuk menggunakan sendok atau tangan sebelum digoreng hingga bagian luarnya berubah kecokelatan dan bagian dalamnya matang.

Keunikan godok batinta tidak hanya terletak pada adonan pisangnya. Ciri yang paling menonjol justru berasal dari lapisan gula aren yang menyelimuti godok setelah digoreng.

Gula merah dimasak bersama air dan daun pandan hingga larut, kemudian dikentalkan menggunakan sedikit larutan tepung tapioka.

img_title Bubua Sipuluik, Kudapan Manis Minangkabau yang Lembut dan Gurih

Godok yang telah matang selanjutnya dimasukkan ke dalam larutan tersebut hingga seluruh permukaannya terbalut.

Dari sisi rasa, godok batinta menghadirkan perpaduan yang sederhana tetapi khas.

Manis legit gula aren berpadu dengan rasa gurih dari pisang dan kelapa parut.

Sementara itu, bagian dalam godok memiliki tekstur lembut dan cukup padat, sedangkan lapisan gula di bagian luar memberikan sensasi manis yang lebih kuat pada setiap gigitan.

Bahan yang digunakan untuk membuat godok batinta juga relatif mudah ditemukan.

Selain pisang matang, bahan lainnya meliputi tepung terigu atau tepung beras, kelapa parut, garam, gula merah atau gula aren, air, daun pandan, serta tepung tapioka sebagai pengental.

Kesederhanaan bahan tersebut membuat kudapan ini dekat dengan tradisi memasak rumahan masyarakat Minangkabau.

Proses pembuatannya dimulai dengan menghaluskan pisang matang hingga menjadi adonan.

Pisang kemudian dicampur dengan tepung, kelapa parut, dan sedikit garam sampai seluruh bahan menyatu.

Adonan diambil secukupnya, lalu digoreng dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecokelatan.

Halaman Selanjutnya
img_title