Kabau, Si Jolang-Jaling yang Jadi Alternatif Jengkol dan Petai
- detikfood
Padang –Kabau atau jolang-jaling merupakan salah satu buah khas yang dikenal di sejumlah wilayah Sumatra.
Buah dari tanaman genus Archidendron ini memiliki biji yang sekilas menyerupai jengkol, sementara aromanya mengingatkan pada petai.
Keunikan tersebut membuat kabau menjadi salah satu bahan pangan tradisional yang memiliki penggemar tersendiri.
Bagi masyarakat yang menyukai jengkol dan petai, kabau bisa menjadi pilihan alternatif untuk menikmati lalapan dengan karakter rasa yang berbeda. Kabau memiliki aroma tajam dan khas yang menjadi daya tarik utama.
Saat disantap, tekstur serta cita rasanya memberikan sensasi tersendiri yang membuat bahan pangan ini tetap diminati.
Secara botani, kabau termasuk keluarga Fabaceae atau kelompok tumbuhan polong-polongan.
Tanaman ini menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat biji yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
Bentuk bijinya cenderung pipih dengan kulit ari berwarna gelap sehingga cukup mudah dikenali.
Kabau umumnya dikonsumsi sebagai lalapan pendamping nasi dan lauk. Biji kabau dapat disajikan bersama sambal untuk menambah cita rasa pada hidangan.
Perpaduan aroma khas kabau dengan sambal pedas membuat lalapan sederhana menjadi lebih menggugah selera.
Selain disantap sebagai lalapan, kabau juga dapat diolah menjadi berbagai masakan tradisional.
Salah satu olahan yang dikenal adalah sambal kabau teri. Perpaduan kabau dengan ikan teri dan bumbu cabai menghasilkan hidangan dengan rasa gurih, pedas, serta aroma yang kuat.
Dalam pengolahannya, kabau dapat dimasak bersama bumbu hingga rasa rempah meresap.
Cara tersebut membuat aroma khasnya berpadu dengan cabai, bawang, dan bahan pelengkap lainnya.
Bagi masyarakat yang terbiasa dengan jengkol atau petai, cita rasa kabau dapat menjadi pengalaman kuliner yang menarik.
Meski memiliki kemiripan dengan jengkol dan petai, kabau tetap mempunyai karakter tersendiri.
Jengkol dikenal dengan tekstur bijinya yang lebih tebal, sedangkan petai memiliki bentuk biji yang khas dalam satu polong.
Kabau hadir dengan bentuk dan tekstur berbeda, tetapi tetap menawarkan aroma kuat yang menjadi identitasnya.
Keberadaan kabau juga menunjukkan beragamnya sumber pangan yang tumbuh di wilayah Sumatra.