Pakan Kambing Fermentasi Kering, Cara Mengolah Limbah Pertanian agar Lebih Bermanfaat
- lentera DESA
Padang – Ketersediaan pakan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan kambing.
Ketika hijauan segar sulit diperoleh, terutama pada musim tertentu, peternak dapat memanfaatkan bahan berserat kering dan limbah pertanian sebagai bahan pakan fermentasi.
Salah satu pilihan yang mulai banyak diterapkan adalah pakan kambing fermentasi kering.
Pakan fermentasi kering dibuat dari bahan berserat seperti jerami, tebon jagung, daun dan batang jagung, hingga tumpi atau janggel jagung yang telah dicacah.
Bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan dedak dan bahan tambahan lainnya sebelum diberi larutan probiotik.
Proses fermentasi bertujuan membantu mengolah bahan pakan sehingga lebih mudah dimanfaatkan sebagai bagian dari ransum ternak.
Salah satu keunggulan metode ini adalah kemampuannya memanfaatkan bahan yang sebelumnya sering dianggap sebagai limbah.
Batang dan daun jagung setelah masa panen, misalnya, tidak harus langsung dibuang atau dibakar.
Dengan pencacahan dan pengolahan yang tepat, bahan tersebut dapat disimpan dan dimanfaatkan sebagai sumber serat untuk kambing.
Dalam pembuatannya, bahan berserat terlebih dahulu dicacah hingga berukuran kecil. Setelah itu, bahan dicampurkan dengan dedak padi atau katul serta bahan tambahan lain secara merata.
Pencacahan penting dilakukan agar bahan lebih mudah tercampur dan memudahkan proses fermentasi berlangsung pada seluruh bagian campuran.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan larutan fermentasi yang terdiri dari air, probiotik, dan sumber gula seperti molase atau larutan gula.
Cairan tersebut kemudian disemprotkan secara bertahap sambil campuran pakan diaduk.
Kadar air perlu diperhatikan karena campuran yang terlalu basah dapat mengganggu proses penyimpanan dan meningkatkan risiko kerusakan.
Peternak dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan menggenggam campuran yang telah diberi larutan.
Bahan yang cukup lembap akan menggumpal ketika diremas, tetapi tidak mengeluarkan air secara berlebihan.
Setelah mendapatkan kelembapan yang sesuai, campuran kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik atau kantong tebal yang dapat ditutup rapat.
Kepadatan bahan menjadi bagian penting dalam proses fermentasi.
Campuran perlu dipadatkan secara bertahap untuk mengurangi udara yang terperangkap di antara bahan.