PVMBG Turunkan Status Gunung Marapi Jadi Level II

Erupsi Gunung Marapi
Sumber :
  • Padang Viva / Andri Mardiansyah

"Pada minggu ini, gempa vulkanik dalam menurun kembali bila dibandingkan dengan satu minggu sebelumnya dan untuk gempa tektonik lokal di sekitar Marapi masih aktif terjadi yang bisa jadi berkaitan dengan dinamika dari intrusi magma,"ujar Wafid.

Rendang Lokan: Kelezatan yang Tersembunyi dari Pesisir Selatan

Berdasarkan evaluasi data-data pemantauan kata Wafid, maka secara umum aktivitas Marapi bersifat fluktuatif dengan kecenderungan menurun terutama dalam waktu satu minggu terakhir. 

Menurut Wafid potensi terjadinya letusan masih tetap ada, namun berdasarkan data pemantauan sampai saat ini kecil kemungkinan akan terjadi letusan besar seperti Desember 2023. 

Tokoh Lintas Agama di Sumbar Diajak Bersinergi Sukseskan Asta Cita Presiden Lewat Asta Protas

"Erupsi atau letusan dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi energi dengan potensi bahaya dari lontaran material letusan diperkirakan berada di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek), terutama di sekitar area puncak G. Marapi,"kata Wafid. 

Dia menambahkan, untuk abu erupsi dapat berpotensi mengganggu saluran pernapasan dan penerbangan, yang penyebarannya mengikuti arah dan kecepatan angin.

Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan Stok Energi di Sumbar Aman Saat Idul Fitri 1446 Hijriah

Disamping itu material erupsi yang jatuh dan terendapkan di bagian puncak dan lereng Marapi selama ini masih tetap berpotensi menjadi lahar saat bercampur dengan air hujan. 

Aliran atau banjir lahar itu, dapat terjadi pada lembah, bantara atau aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Marapi, sehingga hal ini harus tetap diwaspadai. Di area kawah atau puncak juga terdapat potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti gas CO2, CO, SO2, dan H2S.

Halaman Selanjutnya
img_title