Waspada 'Hustle Culture Syndrome', Ini Dampak Jangka Panjang Begadang demi Karier
- pixabay
Padang – Terlalu sering memuja produktivitas berlebih tanpa jeda dapat memicu Hustle Culture Syndrome.
Secara medis, kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh yang menetap dalam waktu lama.
Jika dibiarkan, stres kronis ini tidak hanya merusak pola tidur, tetapi juga melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
Banyak profesional muda tidak menyadari bahwa begadang dan ketergantungan pada kafein adalah bom waktu bagi metabolisme tubuh.
Gejala awal seperti sering lupa, emosi tidak stabil, hingga gangguan pencernaan seringkali dianggap sepele.
Padahal, ini adalah sinyal darurat dari tubuh yang meminta jeda sebelum terjadi kerusakan fungsi organ yang lebih permanen.
Memutus rantai stres ini tidak selalu membutuhkan liburan panjang yang mahal.
Para ahli menyarankan untuk memulai penyembuhan melalui aktivitas-aktivitas kecil yang menenangkan sistem saraf.
Salah satu metode yang sedang populer adalah mencoba micro-hobby yang dapat dilakukan di sela-sela kesibukan kantor.