Awal Ramadan 2026, Harga Ayam dan Telur di Padang Meroket
- istockphoto
Padang – Hari pertama bulan suci Ramadan 2026 di Kota Padang diwarnai dengan fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok. Berdasarkan pantauan di Pasar Raya Padang pada Kamis (19/2/2026), kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas protein hewani seperti daging ayam ras dan telur, sementara harga beras terpantau masih bertahan di level tinggi.
Kenaikan harga daging ayam potong menjadi keluhan utama para ibu rumah tangga. Saat ini, ayam ukuran besar dibanderol seharga Rp70.000 hingga Rp75.000 per ekor, naik sekitar Rp5.000 dari harga pekan sebelumnya. Sementara itu, untuk ukuran sedang dijual pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per ekor.
"Kenaikan ini sudah terjadi beberapa hari sebelum masuk puasa. Karena permintaan meningkat untuk sahur pertama, harga dari distributor juga ikut menyesuaikan," ujar Anton, salah seorang pedagang ayam di Pasar Raya Padang.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas telur ayam ras yang naik sekitar Rp2.000 per papan. Saat ini, satu papan telur ayam dijual antara Rp54.000 hingga Rp56.000, tergantung ukurannya.
Di sisi lain, harga beras di Kota Padang terpantau stabil namun masih berada di angka yang cukup tinggi. Beras kualitas super atau premium masih bertahan di harga Rp19.500 per kilogram. Untuk membantu masyarakat, pemerintah melalui Bulog tetap menyediakan beras SPHP dengan harga subsidi Rp13.000 per kilogram yang peminatnya terus meningkat di awal Ramadan ini.
Untuk bumbu dapur, harga cabai merah mulai menunjukkan tren kenaikan fluktuatif. Cabai merah asal lokal (Bukittinggi) kini menyentuh Rp36.000 hingga Rp44.000 per kilogram, naik dari harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp30.000. Komoditas lain seperti tomat juga naik menjadi Rp20.000 per kilogram.
"Harga cabai sangat bergantung pada pasokan yang masuk setiap pagi. Kalau stok dari daerah sentra seperti Bukittinggi sedikit, harga bisa langsung melonjak dalam hitungan jam," jelas Nelson, pedagang bumbu dapur.
Menanggapi kondisi ini, masyarakat berharap Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pangan segera melakukan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif. Hal ini dinilai penting untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli warga selama menjalankan ibadah puasa hingga menjelang Idulfitri nanti.