Aktivitas Gunung Marapi Fluktuatif, Status Tetap Waspada Level II

Erupsi Marapi capai ketinggian 1.600 meter dari puncak
Sumber :
  • Istimewa

Padang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis evaluasi terbaru aktivitas Gunung Marapi.

img_title Batu Talempong, Batu Ajaib yang Mengeluarkan Bunyi seperti Alat Musik di Sumatera Barat

Berdasarkan data rilis analisis menyeluruh terhadap data visual dan instrumental yang diterima, Kamis 7 Mei 2026, tingkat aktivitas gunung api di Sumatera Barat tersebut, diputuskan tetap berada pada level II atau waspada.

Secara visual, erupsi dan hembusan asap kawah masih berlangsung dengan tinggi kolom abu mencapai 1.600 meter dari puncak.

img_title Antisipasi Cuaca Ekstrem, Jajaran Manajemen KAI Divre II Sumbar Cek Prasarana Lintas Indarung-Teluk Bayur

Meski demikian, intensitas erupsi dinilai relatif stabil dan belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, walaupun cuaca berkabut sering kali menghalangi pengamatan langsung.

Data kegempaan menunjukkan dominasi gempa hembusan dan tremor non-harmonik, dengan rincian 3 kali gempa letusan serta 143 kali tremor terekam selama dua pekan terakhir.

img_title Sepakati Perubahan DPPT Tol Sicincin-Bukittinggi, Pemerintah Siapkan Akses Bypass 6,5 Km

Aktivitas ini mengindikasikan adanya dinamika sistem konduit dangkal tanpa adanya tanda-tanda suplai magma baru dari kedalaman yang besar.

Hasil analisis RSAM dan deformasi melalui tiltmeter mengonfirmasi tidak adanya akumulasi energi yang signifikan maupun gejala inflasi (penggembungan) tubuh gunung.

Hal ini mencerminkan bahwa tekanan magma di bagian dangkal masih terkendali dan belum ada indikasi menuju erupsi dalam skala yang lebih besar.

Meski kondisi cenderung stabil, potensi bahaya tetap nyata dan wajib diwaspadai oleh masyarakat.

Ancaman utama saat ini berupa lontaran material pijar dan hujan abu lebat yang jangkauannya diprediksi masih berada di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

PVMBG menegaskan adanya risiko kesehatan akibat abu vulkanik serta gangguan bagi sektor penerbangan.

Sebaran abu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu menyiapkan pelindung pernapasan jika terjadi erupsi susulan.

Selain ancaman primer, potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin menjadi sorotan utama.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di area puncak.

Area kawah juga menyimpan risiko gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, SO2, dan H 2S. Gas-gas ini dapat membahayakan keselamatan dalam sekejap, sehingga aktivitas di dekat pusat kawah sangat dilarang demi menghindari risiko fatal bagi manusia.

Halaman Selanjutnya
img_title