Ruku-Ruku, Rahasia Aroma Khas dalam Masakan Minangkabau

ruku ruku
Sumber :
  • lazada

Padang-Ruku-ruku menjadi salah satu tanaman aromatik yang lekat dengan tradisi kuliner Minangkabau.

img_title Manis Gurih Abuih Labu, Ketika Bahan Sederhana Jadi Masakan yang Lezat

Daun yang sekilas menyerupai kemangi ini memiliki aroma lebih tajam, kuat, dan khas, sehingga kerap digunakan untuk memperkaya cita rasa berbagai masakan khas Sumatera Barat.

Dalam masakan Minang, ruku-ruku bukan sekadar daun pelengkap.

Kehadirannya dapat memberikan karakter aroma yang berbeda pada hidangan berkuah, terutama gulai dan olahan ikan.

img_title Samba Samuik Api: Filosofi Pohon Kelapa dan Warisan Tanpa Minyak Leluhur Minangkabau

Aroma ruku-ruku yang menyerupai cengkeh membuat masakan terasa lebih harum sekaligus memberikan jejak rasa yang khas.

Secara umum, ruku-ruku dikenal dengan nama ilmiah Ocimum tenuiflorum. Tanaman ini juga sering disebut holy basil atau kemangi hutan.

Dibandingkan kemangi yang lazim digunakan sebagai lalapan, ruku-ruku memiliki aroma yang lebih menusuk dan kuat.

Dari bentuknya, daun ruku-ruku memang mudah disamakan dengan kemangi. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, permukaan daunnya cenderung berbulu dengan bagian tepi yang bergerigi halus.

img_title Bunga Lawang Bukan Sekadar Bumbu Masak, Rempah Beraroma Khas Ini Punya Beragam Pemanfaatan

Perbedaan paling mudah dikenali tetap terletak pada aromanya yang lebih tajam.

Dalam tradisi kuliner Minangkabau, ruku-ruku banyak digunakan dalam berbagai jenis gulai.

Daun ini dapat menjadi bagian dari racikan gulai ayam, gulai tunjang hingga gulai cincang. Biasanya, ruku-ruku ditambahkan menjelang akhir proses memasak agar aroma khasnya tidak cepat hilang.

Ruku-ruku juga memiliki peran penting dalam olahan ikan, termasuk asam padeh.

Aroma kuat daun tersebut berpadu dengan rempah dan kuah yang pedas-asam, sekaligus membantu mengurangi kesan amis pada ikan.

Inilah yang membuat sejumlah masakan ikan khas Minang memiliki aroma yang begitu khas.

Berbeda dengan kemangi yang sering disantap mentah sebagai lalapan, ruku-ruku lebih umum dimasak bersama hidangan.

Daunnya menjadi bagian dari proses pembentukan aroma kuah, terutama ketika bertemu dengan cabai, bawang, kunyit, jahe, lengkuas dan rempah lainnya.

Keberadaan ruku-ruku juga menunjukkan bagaimana masyarakat Minangkabau memanfaatkan tanaman di sekitar lingkungan sebagai bagian dari kekayaan kuliner.

Bahan sederhana yang tumbuh sebagai tanaman aromatik dapat memiliki fungsi penting dalam membentuk identitas rasa sebuah masakan.

Selain dikenal dalam kuliner tradisional, ruku-ruku juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Halaman Selanjutnya
img_title