Polisi Pastikan Tidak Tilang Pemotor yang Stut Motor

Ilustrasi Tilang. Foto/Pixabay
Sumber :

Padang – Polisi memastikan tidak akan melakukan penilangan terhadap pemotor yang melakukan stut atau mendorong sepeda motor dari belakang dengan mengunakan kaki rekannya yang juga mengendarai sepeda motor. 

img_title Modus Ajak Jalan-Jalan dan Bawa Anak di bawah Umur ke Rumah Kosong, Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi Sijunjung

Sebelumnya, kabar akan ada sanksi denda atau penjara bagi pemotor yang melakukan stut tersebut. Namun hal ini dibantah secara tegas oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo. 

"Setut motor terjadi karena ada motor yang mogok atau habis bensin," ujar Sambodo dikutip dari Viva, Senin 10 Juli 2022. 

img_title Polisi Tangkap Kurir 16 Paket Ganja Lintas Daerah Berusia Remaja di Jalinsum Pasaman

Dikatakannya, dalam kondisi seperti itu masyarakat dalam kesulitan. Polisi mesti harus menolong, tidak menilang. 

"Jadi Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menilang yang setut motor, malah sebaliknya harus ditolong," tegasnya. 

img_title Aksi Nekat Tiga Bocah Bobol Toko HP di Plaza Andalas Padang Terekam CCTV, Ditangkap Usai Masuk Markas TNI

Dalam narasi yang beredar, melakukan stut sepeda motor ini dikenakan denda Rp250.000 atau kurungan penjara selama satu bulan. Ini seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), tepatnya pada pasal 287 ayat 6.

Yang menyampaikan sanksi karena UU LLAJ tersebut adalah pemerhati lalu lintas. Sambodo menegaskan kembali bahwa narasi tersebut tidak benar.