Cawako Bukittinggi Ramlan Nurmatias Minta Maaf Kepada Wartawan
- Istimewa
Komentar tersebut dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk media.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang baik dan etis dalam dunia politik, terutama di masa-masa krusial seperti pendaftaran calon wali kota.
Ramlan Nurmatias berharap klarifikasi yang ia sampaikan dapat meredakan polemik yang terjadi dan mengembalikan hubungan baiknya dengan para jurnalis di Bukittinggi.
Sementara itu, Ketua PFI Padang, Arif Pribadi, juga menyesalkan pernyataan yang disampaikan oleh Ramlan Nurmatias. Ia menilai bahwa ucapan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seseorang yang pernah menjabat sebagai kepala daerah.
"Kami menyayangkan ucapan seperti itu keluar dari mantan wali kota yang juga pernah bekerjasama dengan wartawan," ujar Arif.
Arif juga menekankan pentingnya menjaga situasi yang damai di tengah kontestasi politik, dan calon kepala daerah seharusnya dapat menciptakan suasana kondusif, bukan malah memicu konflik dengan insan pers.
"Di tengah kontestasi politik, selayaknya calon kepala daerah harus dapat menciptakan situasi yang damai, bukan justru menciptakan kisruh, terutama dengan insan pers yang sedang melakukan pengawasan," katanya.