Gunungapi Iya di Ende Naik Status Level III

Ilustrasi - Seismograf mencatat getaran gempa
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/pri

Selanjutnya KRB II berada di radius lima kilometer yang masih berpotensi terlanda aliran awan panas, aliran lava dan guguran lava, termasuk lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Kemudian KRB III adalah kawasan yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan atau banjir lahar dingin, termasuk hujan abu dan lontaran batu pijar.

img_title Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, Belasan Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak

Kemudian pada jarak sembilan kilometer pada sektor barat daya - barat laut, PVMBG juga merekomendasikan agar wilayah tersebut dikosongkan dari seluruh aktivitas manusia karena berpotensi tertimpa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Sebelumnya, lubang dengan diameter mencapai 13 meter dan kedalaman 4 meter ditemukan di Desa Klatanlo yang berjarak hanya empat kilometer dari kawah utama Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. 

img_title Gunung Marapi Masih Berstatus Level II Waspada, PVMBG Ingatkan Potensi Bahaya Lahar Dingin

Lubang tersebut terbentuk akibat jatuhan dari lontaran batu vulkanik saat terjadi erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. Hal itu yang kemudian menjadi dasar agar wilayah yang masuk dalam KRB harus dikosongkan bahkan secara permanen untuk meminimalisir serta menghindari potensi dampak risiko bencana kedepannya.

Merespon adanya kenaikan level Gunungapi Iya, pemerintah daerah Kabupaten Ende melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende telah melakukan rencana kontijensi penanganan darurat jika nantinya terjadi erupsi.

img_title Laporan PVMBG: Gunung Tandikat Berstatus Level I Normal, Wisatawan Imbau Tetap Waspada

BPBD Kabupaten Ende telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada atas kenaikan level gunungapi berjenis stratovolcano tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ende juga telah menyiapkan skenario pengungsian sementara apabila hal itu harus dilakukan sesuai rekomendasi dari PVMBG, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan mulai dari Kelurahan Tanjung, Arubara, Tetandara, Rukun Lima dan Paupanda.

Sebagaimana menurut rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung atau wisatawan dilarang mendekati kawasan puncak untuk melakukan segala aktivitas pada radius dua kilometer dari kawah aktif Gunungapi Iya. Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah guna menghindari potensi bahaya.

Adapun karakteristik letusan Gununapi Iya pada umumnya berlangsung dari kawah utama letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar dan aliran lava disertai runtuhan pada puncak Gunungapi Iya.

Halaman Selanjutnya
img_title