Makna Dibalik Bahan Utama Rendang
Ilustrasi Rendang. Foto/Nugie-Padang Viva
- -
Acaranya disebut batagak pangulu atau pelantikan kepala adat. Makanan dideretkan di atas kain putih panjang. Nah, yang berada paling ujung adalah rendang. Saking besarnya, Rendang itu tak dimakan. Rendang itu sama sekali tak disentuh. Begitu terhormatnya masakan yang satu ini. Sayang, acara itu sudah jarang dilaksanakan. Saat ini, sekali-sekali saja.
Tradisi lainnya kata Metron, adalah makan bajamba yang artinya ‘makan bersama’. Makan bajamba merupakan tradisi makan yang dilakukan bersama-sama. Tradisi ini bertujuan untuk memupuk tali silaturahmi, sekaligus memunculkan rasa kebersamaan. Biasanya acara makan bajamba ini diadakan di sebuah rumah dan dihadiri oleh puluhan atau ratusan orang.
Ketika makan, semua orang gembira. Mereka bekerja sama menghabiskan nasi di talam atau dulang. Nasinya sangat banyak.
Rendang juga ada pada saat hari besar umat Islam, terutama Idul Fitri dan Idul Adha. Khusus untuk Hari Raya Kurban (Idul Adha), hampir setiap rumah membuat masakan ini. Apalagi didukung dengan berlimpahnya daging pada hari itu.
Lalu bagaimana dengan bahan dasar membuat rendang, dijelaskan Metron, ternyata, bahan-bahan membuat rendang memiliki keunikan sendiri. Semuanya, melambangkan masyarakat Minangkabau. Ada Empat bahan pokok untuk membuat rendang.
Bahan pertama adalah dagiang atau daging sapi. Bahan utama ini melambangkan niniak mamak, datuak, atau pangulu. Ketiganya, merupakan sebutan untuk pemimpin suku atau kaum. Mereka dianggap memberi kemakmuran bagi anak dan kemenakan. Selain itu, dianggap bisa menyatukan seluruh warga.
Bahan kedua adalah, karambia atau kelapa yang melambangkan kaum cadiak pandai atau orang cerdas. Mereka merekatkan kebersamaan kelompok maupun individu. Selain itu, membantu kelompok pertama dalam memecahkan masalah. Ia pelindung. Juga pembuat hukum bagi suku di Minangkabau.
Kenapa dilambangkan dengan kelapa? Kelapa, tanaman serba guna. Mulai dari buah hingga batangnya. Buahnya di minum. Batang untuk tonggak rumah. Batoknya jadi arang. Daunnya bisa buat ketupat.
Ilustrasi Masak Rendang. Foto/Nugie-Padang Viva
- -
Lidi untuk menyapu rumah? Juga dari kelapa. Begitu juga cadiak pandai. Mereka juga berguna bagi masyarakatnya. Mereka merekatkan kebersamaan kelompok maupun individu. Selain itu, mereka membantu kelompok pertama dalam memecahkan masalah.