Hantu Itu Bernama Hidrometeorologi Basah

Dampak Banjir Bandang Di Jorong Galapung, Minggu 24 November 2019
Sumber :
  • Padang Viva/Andri Mardiansyah

Orang-orang tak bertanggung jawab itu mengeploitasi alam dengan cara berlebihan. Mengambil isi alam sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan melakukan perbaikan, seperti penghijauan. "Terlalu banyak penebangan liar. Penyeragaman tanaman skala besar. Misalnya sawit dan sebagainya," kata Direktur LBH Padang, Indira Suryani.

img_title Polda Sumbar Kerahkan Unit K9 Spesifikasi SAR Cari Korban Galodo Solok

Selain pembalakan liar, kata Indira, masifnya pertumbuhan tambang juga sangat mengancam alam. Lebih-lebih pemanfaatan panas bumi yang dilakukan dengan berbagai metode pengeboran. Membongkar-bongkar topografi alam dan teritorialnya. Muara dari pemanfaatan alam berlebihan itu akan memicu banjir dan longsor.

"Bencana ini berdampak terhadap pemenuhan hak masyarakat itu sendiri," katanya.

img_title Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Galodo Solok

Dalam kasus illegal logging, yang paling terdampak adalah hak atas air. LBH Padang pernah melihat hutan TNKS yang sudah dibabat. Bahkan, proyek pembangunan irigasi pemerintah untuk petani, pun gagal total. Semua gara-gara debit airnya tak bisa dialirkan lantaran sudah terlalu kecil.

"Selain gegara pembalakan liar, juga karena sawit terlalu banyak. Debit air menurun drastis dan tidak bisa mengaliri lahan pertanian masyarakat," katanya.

img_title Dinsos Solok Dirikan Dapur Umum Pasca-Bencana Galodo

Selain merenggut hak atas air, pembalakan liar juga berpotensi berdampak terhadap hak atas pangan masyarakat jika terjadinya bencana hidrometerologi. LHB Padang telah banyak menerima laporan tentang situasi ikllim yang berubah-rubah terlalu cepat dan basah. Bahkan, tanaman hortikultura petani ada yang mati total.

Temuan Kasus Ilegal Logging Di CA Maninjau

Photo :
  • BKSDA Resor Maninjau

Kondisi itu terjadi di kawasan peladangan masyarakat dekat Gunung Talang, Simpang Tanjung Nan Ampek di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Tak sedikit petani yang mengeluhkan hasil pertaniannya hancur gara-gara perubahan iklim eskrem; hujan dengan intensistas tinggi.

"Cuaca buruk berimbas pada harga pangan melonjak naik. Semua terdampak dan juga memicu inflasi. Jadi dampak krisis iklim itu dirasakan level masyarakat bawah hingga pemerintah itu sendiri," bebernya.

Bukan rahasia lagi kerusakan alam di Sumbar telah memicu beragam bencana. Mulai dari banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya. Jangan ditanya berapa banyak kerugian masyarakat yang jadi korban.

Rumah-rumah warga rusak, mata pencaharian terputus akibat lahan-lahan pertanian mereka rusak parah. Belum lagi soal kondisi sungai-sungai yang rusak akibat aktivitas pembalakan liar di Kabupaten Agam.

Halaman Selanjutnya
img_title