Gubernur Kalbar dan Dewan Kompak Tak Hadiri Dialog Serikat Buruh

Ketua Korwil KSBSI Kalbar, Suherman, SE
Sumber :
  • VIVA/Ngadri

PADANG - Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2023 yang jatuh pada tanggal 1 Mei, sejumlah Serikat Pekerja atau Serikat Buruh di Kalimantan Barat melakukan dialog dan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemprov Provinsi Kalimantan Barat.

img_title Tragis, Orangutan Sempurna Ditemukan Lemah di Parit Sawit Akibat Asap Karhutla Akhirnya Mati

Tuntutan tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal dan dialog Serikat Pekerja atau Serikat Buruh bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Ballrom Hotel Maestro Jalan Sutan Syahrir Pontianak pada hari Jumat, 5 Mei 2023.

Dalam kata sambutan pengantarnya Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI KALBAR) Kalimantan Barat, Suherman menyampaikan kekecewaan dengan ketidakhadiran Gubernur Kalbar dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat dalam dialog bersama Buruh ini.

img_title Selamatkan Satwa Dilindungi, BKSDA Kalbar Translokasi Keluarga Orangutan ke TNGP

“Dalam memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, kami menempuh jalur dialog agar menjaga situasi dan kondisi yang kondusif, karena mencari solusi itu tidak mesti turun ke jalan, kami berharap bisa berdialog dengan semua pihak pengambil kebijakan, tetapi kami merasa sangat kecewa dengan ketidakhadiran Gubernur Kalbar dan Anggota DPRD, seolah-olah kami tak diperdulikan, apakah kami harus turun ke jalan agar kami didengar suaranya,” ujarnya.

Dia menambahkan, jauh jauh hari telah mengundang Gubernur Kalbar untuk bisa hadir dalam silaturahmi dan diskusi tersebut, dengan harapan agar Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji dan anggota DPRD Kalbar bisa mendengar dan melihat permasalahan yang dihadapi oleh buruh di Kalbar.

img_title Libur Hari Buruh, KAI Divre II Sumbar Siapkan 23 Ribu Kursi untuk Wisatawan

“Perlu masyarakat ketahui bahwa ada 80 persen buruh merupakan penyumbang pembangunan terbesar di Kalimantan Barat ini,"tambahnya.

Suherman berharap apa yang menjadi tuntutan dan kritik terhadap pemerintah daerah bisa ditanggapi lebih serius, dan merespon sehingga tidak ada lagi buruh yang menjadi korban atas hak-hak yang mestinya menjadi hak miliknya namun tidak didapatkan karena akibat kesewenang-wenangan pengusaha yang tidak ditindak tegas oleh pemerintah daerah.

"Sejumlah Serikat Pekerja dan Buruh Kalimantan Barat ini menyatakan kekecewaannya dan akan menggalang aksi turun ke jalan menyuarakan keluh kesah anggota Serikat Pekerja dan Buruh Kalimantan Barat yang masih banyak mengalami permasalahan,"ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title