Uniknya Pemberian Gelar Adat di Minangkabau

Batagak gala/ist
Sumber :

Gelar datuak atau pangulu diberikan kepada laki-laki dalam kaum atau suku yang dinilai mampu untuk memimpin kaum. 

img_title Tak Hanya Satu Logat, Ini Ragam Dialek Minang yang Bikin Bahasa Ranah Minang Makin Menarik

Karena datuk / pagulu adalah jabatan tertinggi dalam kaum yang mempunyai kewenangan dan hak memimpin kaum. Proses pemilihan datuk/pangulu sangat demokratis melibatkan seluruh anggota kaum. Contoh gala sako, Datuak Kayo, Datuak Sati, Datuak bandaharo, begitu pula Pangulu Gadang, Pangulu kociak, Pangulu Pasa, Pangulu Kayo dan lain-lain.

Gelar Raja atau Pucuak Adat antara lain. Daulat yang Dipertuan, yang Dipertuan, Tuanku, dan Rajo contoh, Daulat yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau, disebut juga Daulat yang Dipertuan RA Pagaruyuang Darul Qoror.

img_title Mitos Minangkabau: Dilarang Memegang Mumbang Karambia yang Jatuh, Takut Dewasa Jadi Pelupa

Daulat yang Dipertuan Tuanku Sambah Rajo Alam Surambi Sungai Pagu (Muara Labuah), yang Dipertuan Padang Nunang (Rao), Tuanku Bagindo Kali (Kumpulan) 

Gelar dicantumkan dibelakang nama kecil; Amran Datuk Bandaro Kuniang. Mahmud Pangulu Kayo. Datuk Sati Nanputiah. Sutan Muhammad Taufiq SH, Daulat yang Dipertuan Rajo Alam Pagaruyuang DQ,  Firman Rajo Godang dan lain-lain.

img_title Gonjong Runcing Rumah Gadang Minangkabau, Jejak Sejarah dan Filosofi yang Menjulang ke Langit

Ketiga, Gala Sangsako merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang berjasa, berprestasi yang mengharumkan Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara serta bermanfaat bagi warga Minangkabau.

Yang berhak memberi gelar sangsako adalah limbago adat Pucuak Adat Kerajaan Pagaruyuang, Pucuak Adat Kerajaan sapiah balahan dan datuak/pangulu kaum.

Gala Sangsako hanya boleh dipakai si penerima penghargaan, tidak dapat diturunkan kepada anak atau keponakan. Apabila yang menerima meninggal dunia, gala kembali ke dalam aluang petibunian. Dalam istilah adat disebut sahabih kuciang sahabih ngeong artinya kalau kucingnya habis (mati) maka tidak akan mengeong lagi. Beberapa tokoh nasional yang sudah diberikan gelar sangsako adat seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Megawati, Soesilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Zulkifli Nurdin, Alex Nurdin, Syahrial Oesman, Anwar Nasution, dan Syamsul Maarif. dll

Sementara orang asing yang pernah mendapat gala sangsako (satu-satunya yang tercatat dalam sejarajh adalah Thomas Diaz yang melakukan perjalanan ke Pagaruyung Pada tahun 1684. Ia dianggap sebagai orang eropa pertama yang bertemu dengan raja Pagaruyung dengan maksud untuk menjalin hubungan bisnis sehingga Thomas Diaz dianugerahi gelar "Rangkayo Saudagar Rajo".

Halaman Selanjutnya
img_title